snippet from UNTITLED
UNTITLED
"Coba kulihat jam tanganmu", kata Hana tanpa menghiraukan candaaan Tatha

"Ini... Lihat.. masih jam 10.45 kan?", cetus Tatha sambil mencibir.

"Kau sudah buta atau bagaimana sih? Jarum jam ini bukan di sepuluh tapi di 11!", Kata Hana sedikit kesal karena kebodohan mata sahabatnya itu.

"HAAA?! mm, benar juga kamu Han, aku rasa aku harus mengganti jam tanganku menjadi jam tangan digital atau setidaknya jam analog yang ada angkanya. Maafkan aku ya Hana sahabatku tercinta.." Kata Tatha dengan irama bicara yang berubah-ubah, awalnya kesal, menjadi sedih, dan akhirnya ceria. Tatha memeluk sahabatnya berharap permintaan maafnya dikabulkan.

"Yayaya.. Sudah lepaskan aku..", Hana membolak-balikkan halaman tabloid yang berada didepannya itu.

"Ok, baiklah. Hanaa, dari pada berlama-lama disini sebaiknya kita pergi saja ke taman kota, aku bosan dirumah.. bagaimana?", Tatha menawarkan.

"Aku rasa Taman kota sudah sangat sering kita kunjungi, Tha. Bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama ke Mall? Lalu kita beli komik dan membacanya bersama dirumahku.. Setuju?," Hana menutup tabloid yang dibacanya tadi dan lansung menatap Tatha.

"Mmm, baiklah.. Karena kau sahabat terbaikku aku akan mengabulkan semua keinginanmu untuk kesenangan kita bersama.. Hehe," Tatha menyetujui saran Hana.

"Ayo cepat! Aku sedang bersemangat nih..", Hana langsung berdiri dan merapikan kemeja hijaunya dan mengambil tas tangannya. Tatha langsung berdiri, merapikan kaus panjangnya yang berwarna ungu, mengambil tasnyasenyum dan menatapi Hana, lalu mereka berjalan kelantai bawah dengan hati senang.

"Ma, aku pergi makan siang bersama Hana di mall ya.. Aku janji aku tidak akan pulang sampai malam!," Tatha berbicara sambil mencium tangan Mamanya, Hana pun mengikuti Tatha, dia mencium tangan Mama Tatha lalu tersenyum kepada Mama Tatha.

4

This author has released some other pages from UNTITLED:

4   5  


Some friendly and constructive comments